RSS

HIKMAH Bertemu si mungil yang LUCU

29 Aug

Ini untuk pertama kalinya aku coba menulis di blog yang baru ini. Beberapa waktu yang lalu sempet mencoba untuk memulai entah knapa eror teruuus. Eh ternyata aku cobain sekarang bisa juga. Alhamdulillah, aku pikir udah kehilangan pasword.
Ngomong2 soal kehidupanku sekarang, tanpa sengaja aku udah mendapatkan sesuatu yang baru. Pada awalnya memang gak ada niatan untuk kearah sana, entah knapa terketuk hati merawat dia. Siapa lagi kalo bukan Si Mengli (Meng yang Lincah). Itulah sebutanku untuk bayi kucing yang mungil itu. Knapa dikasih nama Mengli atau meng yang lincah? Karna biasanya kucing akan terlihat sehat, terawat, dan terpenuhi segala kebutuhan baik kasih sayang maupun asupan gizi untuknya kalo dia terlihat lincah dan periang membuat orang yang melihatnya terhibur. Meskipun memang gak selalu benar. Karena ada beberapa kucing yang memiliki kebiasaan tidak mau bersosialisasi dengan manusia.
Dari si Mungil aku merasakan ada sesuatu yang didapatkan belakangan ini, pertama yaitu kasih sayang. Saat pertama kali melihat kondisinya sangat memprihatinkan. Tergeletak dijalanan dan nyaris tertabrak mobil. Aku coba untuk memindahkan dia ke pinggir. Lama kelamaan ada rasa nggak tega ngeliat si mungil seperti yang berteriak2 mencari sang Ibunda. Entah knapa kucoba tuk memposisikan, Seandainya aku posisinya seperti kucing itu. Entah apa yang terjadi. Mungkin akan sama keadaanya seperti si mungil dan akupun gak mau siapapun itu akan mengalami hal seperti itu.
Yang kedua, kesabaran. Sama seperti bayi manusia. Bayi kucing tidak ada bedanya dengan bayi manusia. Memiliki jam tidur lebih banyak, harus sering di jemur tiap pagi supaya mendapat asupan vitamin D dari cahaya matahari, dan jangan lupa tekun untuk membersihkan tempat tidurnya tiap hari agar terhindar dari penyakit yang mematikan. Dan untuk melakukan semua itu butuh ketekunan dan kesabaran.

Yang ketiga, silaturahmi dengan tetangga. Apa hubungannya? Bulan ini saya baru pindah kekosan yang baru di sekitar kompleks MQTV. Aku liat di sekitar kosanku banyak yang pelihara hewan. Karna aku menemukan Mengli dalam keadaan sakit dan aku gak tau gimana cara mengobatinya. Yah aku coba aja nanya ke tetangga2 sambil silaturahmi, Alhamdulillah jadi kenal. Itulah hikmahnya. Kucing membuat aku jadi bisa bersosialisasi dengan tetangga2ku.
Yang keempat, jadi bertambah pengetahuan. Karna sebelumnya gak pernah pelihara kucing. Jadi, banyak hal yang belum pernah aku tau dan membuatku jadi berusaha untuk tau, misalnya klo ada kucing yang sakit, langkah pertama untuk memberikan P3Knya apa aja? Misalnya:

1. Makanan, untuk kucing yang kehilangan nafsu makan, jangan memberikan makanan yang keras. Berikan ikan segar yang sudah dimasak Tapi ingat jangan dikasih makanan yang mengandum garam, karna akan menyebabkan kerontokan pada bulunya.
2. Sebisa mungkin untuk membawanya ke dokter hewan, klo belum sanggup untuk membawanya ke dokter, jangan beri obat2an kimia dari apotek semacam aspirin atau lainnya karna kucing tidak cocok untuk mengkonsumsi obat2an tersebut. Cukup dengan memberikan satu tetes kunyit yang sudah ditumbuk dicampur dengan madu selai semacam madurasa. Diberi madu karna kucing gak suka dengan rasa pahit yang ada pada kunyit. Dia akan memuntahkan kembali kunyit yang udah dimasukkan kedalam mulutnya. Berikan tetesan kunyit madu itu setiap satu jam. Cukup satu tetes aja.
3. Bersihkan kandang tiap hari. Sempat untuk menjemur kucing dibawah sinar matahari untuk memperkuat tulangnya. Kebiasaan kucing yang suka menjilati tubuhnya bukan berarti dia sedang mandi, tapi sedang mengambil vitamin D yang menempel pada bulunya. Jangan larang kucing untuk menjilati tubuhnya. OK.
4. Dan masih banyak lagi yang lainnya yang belum bisa di ceritakan ke temen2. Mudah2an dilain waktu aku bisa melanjutkan lagi.

Oiya mengenai hikmahnya, sebetulnya masih banyak lagi. Cukup segitu aja dulu. Mudah2an pengalamanku ini bermanfaat buat yang membaca.

 
3 Comments

Posted by on 29 August 2008 in Curhat

 

3 responses to “HIKMAH Bertemu si mungil yang LUCU

  1. mars

    31 August 2008 at 15:11

    Ramadhanku adalah saat dimana aku mulai membasuh wajah,tangan,rambut ,telinga dan kakiku kembali dengan dinginnya air,menghadap sang Khalik dengan segala dosa dan kehinaan yang melekat di setiap centi tubuhku
    Ramadhanku adalah saat dimana aku mulai mencoba kembali membuka lembar demi lembar Kitab Al Qur’anul Karim yang telah berdebu tersimpan lama di dalam almari,dan mulai mengeja huruf demi huruf,ayat demi ayat ALLAh yang dulu pernah mengisi kekosongan jiwaku
    Ramadhanku adalah saat dimana aku mencoba untuk menjaga kata demi kata yang keluar dari rongga mulut,menjaga telinga dari bisikan-bisikan syaitan yang kekal dan abadi sampe akhir zaman,menjaga pandanganku dari kemolekan tubuh wanita,gadis-gadis,yang seakan dengan sengaja menantang mataku untuk memandang setiap lekuk tubuh mereka yang notabene tempat bersemayam syetan-syetan penebar syahwat.
    Ramadhanku adalah saat dimana aku mencari rahmat,hidayat dan ampunan dari segala kemunkaran yang tidah terasa mungkin sudah menutup jalan dan pintu doa kepadaNya.

     
  2. kamal

    1 September 2008 at 15:07

    Yom, tulisannya dah bagus tuh… tinggal buat lagi tulisan lainnya (komentar di blog kru yang lainnya ya…). Blogroll nya sudah ok.
    Nulis lagi yang teratur ya….

     
  3. WANDI thok

    29 July 2009 at 19:12

    Maju terus mbak Romia, hapdet terus yuk, ngeblog lagi yuk. Let’s We Go! Tak kancani ngeblog 😀

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Jadwal Sholat



  •  
    %d bloggers like this: